Artikel

Covid-19 Adalah Musuh Kita Bersama, Kolaborasi Adalah Kunci Perangi Virus Ini

Covid-19 Adalah Musuh Kita Bersama, Kolaborasi Adalah Kunci Perangi Virus Ini

Thursday, 10 December 2020 13:02
vaksin Covid-19  penanganan pandemi Covid-19  virus corona  

Satu hal yang pasti: Saat ini, kita memiliki suatu virus baru yang menyebar secara cepat. Tidak dapat dipungkiri virus ini ganas, dan sudah hampir pasti akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Kita tidak hanya harus membela diri dari Covid-19 tetapi juga memiliki kewajiban untuk turut berjuang, untuk kelangsungan hidup kita bersama.

Pemerintah menyadari ancaman Covid-19 terhadap kesehatan medis dan ekonomi Indonesia, dan telah mengambil beberapa keputusan kebijakan yang kuat untuk menahan penyebarannya. Saat ini, penanganan Covid-19 menjadi fokus perhatian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dan, karena kebutuhan terhadap obat atau vaksin Covid-19 ini mendesak, berbagai kolaborasi kini tidak hanya terbatas pada industri dengan pemerintah.

Dilansir di marketeers.com, Direktur Pengawasan Produksi Obat dan NPP (Narkotika, Psikotropika Dan Prekursor) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Nurma Hidayati, mengatakan, “Kini kolaborasi menjadi lebih beragam mulai dari akademisi, bisnis, dan pemerintah. Kolaborasi-kolaborasi yang ada juga menjadi lebih nyata dan dekat. Tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional.”

Kesehatan masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama masing-masing individu dan kolektif. Kerja sama dari semua pihak bisa menjadi senjata untuk "melawan" pandemi ini.

Kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase darurat kesehatan masyarakat. Namun sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa masalah kesehatan memiliki dimensi lain dalam kehidupan sosial. Dimensi lain ini dapat menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok dan tarik tambang dalam menghadapi penyakit yang relatif tidak dikenal di dunia. Peran pemerintah yang telah membentuk satuan tugas untuk berkoordinasi dalam menangani masalah ini di tingkat nasional juga perlu didukung oleh perilaku disiplin masyarakat.

Covid adalah Musuh Bersama
Margaret Chan, mantan direktur umum dari World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa sangatlah penting untuk menjalin kolaborasi untuk perangi pandemi Covid-19. Menurut Profesor Chan, ketika sebuah negara gagal bekerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian, maka gagal pula upaya untuk perangi pandemi Covid-19.

“Kita kadang berpikir bahwa kita mampu mengontrol virus ini — sayangnya itu tidak benar,” ujar Profesor Chan. ‘Setiap saat, virus ini terus mengagetkan kita.”

Bagi Profesor Chan, keadaan sekarang ini mengingatkannya pada upaya memerangi penyakit menular lainnya seperti SARS, MERS, dan Ebola. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Profesor Chan menekankan bahwa umat manusia pada dasarnya merupakan satu komunitas. Dengan demikian, kerjasama tanpa adanya diskriminasi sangat dibutuhkan.

Menghadapi serangan pandemi, pemerintah memang tak bisa sendirian. Peran serta masyarakat baik badan, komunitas maupun perorangan diperlukan untuk mengurangi dampak wabah Covid-19 ini. Pandemi ini membuat banyak orang atau kalangan pengusaha di dunia bahu membahu menangkal Covid-19. Upaya global ini melibatkan perusahaan besar dan kecil. Mereka rela mengalihkan usahanya untuk membuat produk-produk yang dibutuhkan bagi pekerja di garis depan dalam perang melawan Virus Corona. Sebut saja pabrik mobil balap di Inggris hingga penjaja gerobak makanan di Afganistan.

Seperti diwartakan voaindonesia.com (29/5), buruh produsen mobil balap terkenal di Inggris, Mclaren, membuat ventilator dan alat tes untuk seluruh rumah sakit di negeri Ratu Elizabeth itu. Produsen sarung tangan mewah di Perancis mengadaptasi pabriknya untuk memproduksi sarung tangan kain yang bisa dicuci. Produknya itu disumbangkan kepada para pekerja yang ada di garis depan dalam memerangi Corona.

Di Belgia, tim peneliti menggunakan pencetakan tiga dimensi untuk membuat plastik menjadi pelindung wajah bagi tim medis agar tidak tertular virus Corona.Tak hanya perusahaan besar, kontribusi bisa saja datang dari seorang pedagang. Di Afganistan, seorang perempuan penjual makanan mengenakan pelindung dari ujung rambut sampai kaki kala menjajakan makanannya di jalan.Tapi kali ini, dia tidak menawarkan burger yang biasa dijual melainkan menyediakan tempat cuci tangan, menyemprot orang dengan desinfektan dan membagikan masker.

Pelaku usaha di Indonesia pun tak tinggal diam. Mereka ikut kontribusi membantu upaya pemerintah melindungi warga dari serangan Corona. Seorang pengusaha tenda sampai rela menjual mobil Ford Everest kesayangannya untuk membiayai pembuatan masker wajah. Tak kurang 50 ribu masker buatan usaha milik Erik Gunawan itu telah disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membantu masyarakat terhindar dari Covid-19, dikutip dari detik.com (6/5).

Sementara, kalangan pengusaha melalui Kadin dan Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan donasi berupa alat kesehatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan berbobot 80 ton tersebut terdiri dari ventilator, alat pelindung diri dan masker N95. Bantuan tersebut untuk mendukung penanganan pandemi Corona yang lebih cepat, aman dan menyeluruh.

Virus Corona sudah menjadi musuh bersama. Dengan bergotong royong pemerintah dan seluruh masyarakat, kita berharap ancaman Virus Corona di tanah air bahkan di seluruh dunia tidak kian memburuk dan segera berlalu.

Source
https://anakrantau.id/education/margaret-chan-pentingnya-kolaborasi-untuk-perangi-pandemi-covid-19/
https://www.marketeers.com/pentingnya-kolaborasi-banyak-pihak-pada-penanganan-pandemi/
https://bandung.pojoksatu.id/read/2020/06/28/bersama-perangi-covid-19-demi-indonesia/

Posted By vaksinuntukkita

Artikel terkait

  • Vaksin  AyoVaksin  

    Sama-sama kita berbagi informasi yang saling membuka mata tentang #VaksinUntukKita.

  • vaksin Covid-19  pandemi Covid-19  Jokowi  

    Berbagai persiapan saat ini tengah dilakukan pemerintah supaya masyarakat bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dalam waktu dekat. Persiapan-persiapan itu di antaranya meliputi penyediaan tenaga medis handal dan pembuatan sistem satu data terintegrasi supaya vaksin Covid-19 bisa didistribusikan dengan lancer serta tepat sasaran.

  • vaksin covid-19  Presiden Jokowi  Sinovac  

    Dilansir di laman cnbcindonesia.com, Presiden juga mengatakan selain vaksin dalam bentuk jadi, akan juga tiba 45 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.

  • vaksin covid-19  vaksinasi  imunisasi  

    Dilansir di laman Galamedia menjelaskan, peran vaksin dalam kehidupan manusia tak main-main. Vaksin bisa melindungi kita terhadap lebih dari 25 penyakit yang melemahkan atau mengancam jiwa. Mulai dari campak, polio, tetanus, difteri, meningitis, influenza, tetanus, tifus, dan kanker serviks.

  • vaksin covid-19  pandemi  sekolah online  

    Pemerintah hanya mengizinkan sekolah di dalam wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang rendah untuk bisa kembali menggelar pembelajaran tatap muka dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

  • Bukan hanya Indonesia, hampir semua negara kini tengah mempersiapkan proses vaksinasi agar publik dapat mendapatkan akses terbaik secara transparan dan terukur.