Artikel

Vaksin Tiba, Sekolah Temu Bukan Sekadar Mimpi

Vaksin Tiba, Sekolah Temu Bukan Sekadar Mimpi

Saturday, 02 January 2021 13:04
vaksin covid-19  pandemi  sekolah online  

Banyak pelajar di Indonesia yang mungkin tidak menyangka bakal serindu dan sekangen itu mereka dengan sekolah, bangku, meja, teman-teman sekelas, para guru, dan para pedagang di kantin pada tahun ini.

Bagaimana tidak sebab sudah sejak lebih dari 6 bulan para pelajar hampir di seluruh penjuru negeri “absen” dari hiruk-pikuk sekolahnya masing-masing. Kehadiran pandemi Covid-19 yang begitu tiba-tiba dan tanpa undangan memaksa mereka untuk belajar atau sekolah dari rumah, bermodalkan paket data internet untuk sambungan video dengan guru-gurunya.

Sekolah online, begitu mereka menyebutnya. Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena mereka tidak harus buru-buru bangun pagi atau menempuh kemacetan untuk sampai sekolah. Namun, lama kelamaan perasaan bosan dan rindu terhadap segala problematika sekolah menghinggapi para pelajar tersebut.

Sekolah online ini bisa dibilang seperti film zaman dulu, ada hitam dan putihnya. Warna hitam atau dampak negatif dari sekolah online di antaranya adalah kurangnya interaksi sosial yang dibuat oleh para pelajar, kemudian rawan memunculkan rasa bosan atau jenuh lantaran minim interaksi sosial dengan para guru dan teman-teman sebayanya.

Di sisi lain, warna putih atau dampak positif dari sekolah online juga cukup banyak. Di antaranya dan yang paling utama adalah mencegah timbulnya klaster sekolah sehingga penularan infeksi Covid-19 tidak meluas.

Dampak positif lainnya dari sekolah online ini adalah pelajar dan orang tua sama-sama bisa bersinergi untuk lebih paham terhadap teknologi serta bersama-sama menggali kegunaan internet secara positif.

Sementara itu, pemerintah yang melarang sekolah tatap muka pun memberikan beberapa stimulus kepada para pelajar agar bisa sekolah dari rumah dengan lancar. Salah satunya adalah dengan memberikan paket data internet dengan nominal kuota sesuai dengan tingkat pendidikan pelajar.

Peserta PAUD mendapatkan kuota internet sebanyak 20 GB per bulan dan para pelajar tingkat dasar serta menengah memperoleh kuota sebesar 35 GB per bulan. Sementara para pendidik dari tingkat PAUD, dasar, dan menengah juga mendapatkan kuota sebesar 42 GB, sedangkan dosen dan mahasiswa diberikan kuota 50 GB per bulan.

Kuota internet yang banyak itu sayangnya tidak bisa dipakai untuk keperluan hiburan seperti streaming film atau drama korea (drakor) dan bermain game ya. Mas Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sudah menyatakan kalau kuota internet tersebut terdiri dari kuota umum dan kuota belajar untuk keperluan mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Namun, meskipun ada bantuan untuk sekolah online, pemerintah terus mengusahakan agar para pelajar bisa segera bersekolah secara normal kembali. Untuk itu, pemerintah berencana untuk menggelar kembali sekolah tatap muka mulai tahun depan atau semester genap tahun akademik 2020/2021 meski tidak semua sekolah bisa diberikan izin melaksanakan hal tersebut.

Pemerintah hanya mengizinkan sekolah di dalam wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang rendah untuk bisa kembali menggelar pembelajaran tatap muka dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun perizinan pembelajaran tatap muka kepada seluruh sekolah di Indonesia baru bisa terjadi ketika vaksin Covid-19 sudah didistribusikan secara merata. Saat ini, vaksin Covid-19 dari Sinovac sudah sampai di Indonesia dengan total sebanyak 1,2 juta dosis. Sementara, 1,8 juta dosis berikutnya akan tiba pada Januari 2021.

Kita pun sebaiknya mulai sekarang berdoa agar vaksin Covid-19 itu bisa segera diuji kesehatan dan keamanannya sehingga BPOM cepat mengeluarkan izin edar ke masyarakat. Selain berdoa, kita juga mesti memperbanyak asupan informasi yang benar untuk mengenal vaksin Covid-19 sebab ada ungkapan yang menyatakan bahwa tak kenal maka tak kebal.

Selain itu, kita juga harus tetap disiplin dalam menjaga budaya 3M atau Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak dalam melakukan segala aktivitas baik di dalam maupun luar ruangan.

Perilaku disiplin protokol kesehatan tersebut telah terbukti menekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat. Jadi, tetap ingat 3M ya agar ketika vaksin siap kita bisa segera bersekolah seperti biasa lagi.

Source
https://bisnis.tempo.co/read/1390083/pemerintah-salurkan-bantuan-kuota-untuk-belajar-online-catat-jadwalnya?page_num=2
https://lifestyle.okezone.com/read/2020/05/06/196/2209931/plus-minus-sekolah-online-di-tengah-pandemi-corona
https://covid19.go.id/berita/program-pemulihan-ekonomi-nasional-sokong-pendidikan-nasional-hadapi-pandemi-covid-19

Posted By vaksinuntukkita

Artikel terkait

  • Vaksin  AyoVaksin  

    Sama-sama kita berbagi informasi yang saling membuka mata tentang #VaksinUntukKita.

  • vaksin Covid-19  pandemi Covid-19  Jokowi  

    Berbagai persiapan saat ini tengah dilakukan pemerintah supaya masyarakat bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dalam waktu dekat. Persiapan-persiapan itu di antaranya meliputi penyediaan tenaga medis handal dan pembuatan sistem satu data terintegrasi supaya vaksin Covid-19 bisa didistribusikan dengan lancer serta tepat sasaran.

  • vaksin covid-19  Presiden Jokowi  Sinovac  

    Dilansir di laman cnbcindonesia.com, Presiden juga mengatakan selain vaksin dalam bentuk jadi, akan juga tiba 45 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.

  • vaksin covid-19  vaksinasi  imunisasi  

    Dilansir di laman Galamedia menjelaskan, peran vaksin dalam kehidupan manusia tak main-main. Vaksin bisa melindungi kita terhadap lebih dari 25 penyakit yang melemahkan atau mengancam jiwa. Mulai dari campak, polio, tetanus, difteri, meningitis, influenza, tetanus, tifus, dan kanker serviks.

  • vaksin covid-19  pandemi  sekolah online  

    Pemerintah hanya mengizinkan sekolah di dalam wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang rendah untuk bisa kembali menggelar pembelajaran tatap muka dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

  • Bukan hanya Indonesia, hampir semua negara kini tengah mempersiapkan proses vaksinasi agar publik dapat mendapatkan akses terbaik secara transparan dan terukur.